بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
اَلْحَمْدُ للّٰهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلَامُ عَلىَ اَشْرَفِ اْللأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ سَيِّدِناَ وَمَوْلٰنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ, اَمَّا بَعْدُ.
1. Tukang parkir, tidak sombong meski di titipi banyak kendaraan.
2. Tukang parkir, ikhlas menjaga dan rela kendaraan diambil yang punya, kapanpun.
3. Tukang parkir, rela kendaraannya ditukar dengan 2rb per kendaraan.
Sebenarnya, kita di dunia ini sama dengan tukang parkir, yaitu sama2 *DITITIPI*, kita di titipi amanah oleh Allah, kita bukan pemilik, Allah lah pemilik sebenarnya.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
وَلِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِ ۗ وَاِلَى اللّٰهِ تُرْجَعُ الْاُمُوْرُ ࣖ
"Milik Allahlah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi dan hanya kepada Allah segala urusan dikembalikan."
(QS. Ali 'Imran[3]:109)
Kita manusia hanya di titipi Allah, maka sebaiknya :
1. Jangan sombong dengan barang titipan, baik harta, anak, jabatan, atau lainnya. Sungguh tidak layak tukang parkir sombong dengan yg dititipkan kepadanya
2. Jagalah amanah dengan baik, gunakan sebagaimana tujuan dititipkan. Manusia diciptakan dan di titipi harta untuk ibadah kepada Allah. Jangan terbalik, yaitu lakukan ibadah demi kelimpahan harta. Apalagi dibelanjakan untuk yg haram. Dan bersiaplah, karena titipan itu bisa diambil kapan saja, setidaknya jika engkau mati, semua akan kita lepaskan.
3. Cukupkan diri dengan pahala yg Allah berikan karena menjaga amanah dengan baik. Jangan mencintai harta berlebihan dan menganggap pahala tidak bernilai. Padahal pahala itulah hak yang adil untuk kita, dan pahala lebih baik dari harta, jika kita mengetahuinya, setidaknya setelah mati, akan terlihat jelas betapa pentingnya pahala dari pada harta yg Allah titipkan.
Janganlah sombong, jaga amanah dengan baik, berharaplah pahala karena itu hak kita yang diberikan oleh pemiliknya, yaitu Allah.
Yang Allah titipkan tidak hanya harta uang, rumah dan kendaraan, atau sejenisnya, tapi juga anak, istri, kesehatan, iman, waktu, pekerjaan, ilmu, dan banyak lagi yang lainnya.
Maka aneh, saat engkau gadaikan sertifikatmu, karena engkau bukan pemiliknya, tega sekali menggadaikannya.
والله أعلمُ بالـصـواب
Oleh : Dwi Agus Wahyudi