Hidayah Hak Mutlak Allah
19 Agustus 2025 12:41:11 by admin
Share this page

 

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ 

اَلْحَمْدُ للّٰهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلَامُ عَلىَ اَشْرَفِ اْللأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ سَيِّدِناَ وَمَوْلٰنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ, اَمَّا بَعْدُ.

Terkadang, 

Kita menyaksikan manusia melakukan hal konyol, namun sulit untuk diberitahu kesalahannya. 

Rasanya harus maklum, karena kita sendiri pun pernah di posisi yang sama. 

Terkadang tidak hanya butuh ilmu, tapi juga membutuhkan waktu untuk memberitahu kesalahannya. 

Maka, biarlah waktu memberikan hukuman atas kesalahannya, biarkan saja dulu, kita bersiap jika beliau jatuh, maka kita ada di sekitarnya, siap membantu. 

Ini bukan tega, tetapi menunggu waktu yang tepat. Karena nasihat tidak akan di dengar jika waktunya tidak tepat. 

Itulah makna kesabaran, sabar tidak ada batasnya tetapi ada tempatnya. 

Dan akhirnya kita menyadari betapa sabarnya Baginda Rasulullah saw pada kita semua. Begitu juga dengan Allah yang selalu siap mengampuni kapanpun kita bertaubat dan dosa apapun yg kita lakukan, selama taubat itu dilakukan semasa hidup. 

Maka kita belajar, 

Dakwah itu menyampaikan kebenaran, dengan kasih sayang dan kesabaran. Sedangkan hidayah milik Allah secara mutlak. 

Kita tidak dimintai pertanggungjawaban atas isinya neraka, kita hanya dimintai tanggung jawab tentang menyampaikan ayat2 Allah. 

Monggo, kalih di sruput kopinya 

والله أعلمُ بالـصـواب


Oleh : Dwi Agus Wahyudi