بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
اَلْحَمْدُ للّٰهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلَامُ عَلىَ اَشْرَفِ اْللأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ سَيِّدِناَ وَمَوْلٰنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ, اَمَّا بَعْدُ.
Kebanyakan manusia, sibuk, menghabiskan banyak waktunya untuk bekerja mencari uang. Apakah kesibukan itu benar di sisi Allah?
Manusia menghabiskan banyak waktu untuk bekerja, karena mereka meyakini, kerja menghasilkan uang, sedangkan hidup membutuhkan uang.
Ini, akal manusia.
Bagaimana secara dalil,
وَمَا مِنْ دَاۤبَّةٍ فِى الْاَرْضِ اِلَّا عَلَى اللّٰهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۗ كُلٌّ فِيْ كِتٰبٍ مُّبِيْنٍ
"Tidak satu pun hewan yang bergerak di atas bumi melainkan dijamin rezekinya oleh Allah. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semua (tertulis) dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuz)."
(QS. Hud[11]:6)
=> Hewan saja di jamin rezkinya, apalagi manusia. Sehingga kerja atau tidak, maka tetap bisa mendapatkan rezki atau justru mendapati kesempitan.
Maka wajar, ada manusia yang bekerja keras, bertahun2, bukannya punya tabungan, tapi malah banyak hutang.
Sebenarnya, tujuan manusia diciptakan bukan untuk mencari uang, tetapi untuk ibadah kepada Allah, dan Allah lah yang mencukupi rezki kita sebagaimana kita di kandungan dulu, dan diberi ASI saat kita bayi.
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ
"Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku."
(QS. Az-Zariyat[51]:56)
Maka wajar, saat kita mati, yang di hitung adalah ibadah kita, bukan uang kita. Tapi justru selama hidup, kita sibuk mencari uang.
Mencari uang, tidak dilarang, tetapi saat kerja sampai lupa dengan ibadah maka itu masalah serius. Bisa jadi, gara2 terlalu sibuk dalam bekerja, justru menjadi sebab, Allah sempit kan rezki kita.
Apakah bekerja termasuk ibadah?
Ibadah adalah segala amal yg dikerjakan karena Allah.
Kerja, dilakukan karena Allah atau karena uang?
Jika jawabannya, karena uang, maka itu bukan termasuk ibadah.
Setidaknya, silakan bekerja, tetapi pastikan halal. Tapi jangan paksa Allah memberikan kekayaan dan kemuliaan, karena engkau hidup tidak sesuai tujuan diciptakan.
والله أعلمُ بالـصـوابOleh : Dwi Agus Wahyudi